E-COMMERCE; MEMAKSIMALKAN PELUANG PASAR UMKM DALAM PERSAINGAN GLOBALISASI


E-commerce secara umum diartikan sebagai proses transaksi jual beli secara elektronik melalui media internet. Menurut Mariza Arfina dan Robert Marpaung e-commerce atau yang lebih dikenal dengan e-com dapat diartikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver“. Sedangkan menurut David Baum, pengertian e-commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik .

Ada enam faktor utama dalam e-commerce yang digunakan sebagai faktor pendorong bagi perdagangan konvensional. Pertama, memiliki cakupan yang luas. Kedua, proses transaksi yang cepat. Ketiga, dapat mendorong kreatifitas dari pihak penjual secara cepat dan tepat dan pendistribusian informasi yang disampaikan berlangsung secara periodik, Keempat, dapat menciptakan efesiensi yang tinggi. Kelima, murah serta informatif. Ke enam, dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, dengan pelayanan yang cepat, mudah, aman dan akurat. Adapun ciri khas e-commerce menurut Nurfasa Wira Sakti adalah cakupan transaksi tanpa batas, transaksi berbentuk anonim, luaran produk berbentuk digital dan non digital serta produk barang tak berwujud.

Ada berbagai bentuk jual beli dengan e-Commerce ini. Diantaranya adalah Business to Business (B2B), Business to Cunsumer (B2C), Consumer to Consumer (C2C), Consumer to Business (C2B), Non-Bussines Electronic Commerce, Intrabussines (Organizational) Electronic Commerce. Busines to Busines (B2B) dapat diartikan sebagai sistem komunikasi bisnis online antar pelaku bisnis. Bussines to Cunsumer (B2C) merupakan transaksi ritel dengan pembeli individual. Consumer to Consumer (C2C) merupakan transaksi dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Consumer to Bussines (C2B) merupakan individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi dan individu yang mencari penjual dan melakukan transaksi.  Intrabusiness Electronic Commerce adalah Kegiatan ini meliputi semua aktivitas internal organisasi melalui internet untuk melakukan pertukaran barang, jasa dan informasi, menjual produk perusahaan kepada karyawan, dan lain-lain.

Diantara keunggulan e-commerce dibanding dengan jual beli secara konvensional adalah pertama, kemampuan grafis internet mampu memperlihatkan produk apa adnya (natural) serta dapat membuat brosur berwarna dan menyebarkannya tanpa ongkos/biaya cetak. Kedua, Lebih aman membuka toko online dibanding membuka toko biasa. Ketiga, Berjualan di dunia maya internet tidak mengenal hari libur, dan hari besar, semua transaksi bisa dilakukan kapan saja dimana saja. Ke empat, tanpa batas-batas wilayah dan waktu, sehingga memberikan jangkauan pemasaran yang luas dan tak terbatas oleh waktu. Ke lima, revenue stream (arus pendapatan) yang baru yang mungkin sulit atau tidak dapat diperoleh melalui cara konvensional. Ke enam, Meningkatkan market exposure (pangsa pasar), dimana dengan penggunaan e-commerce memungkinkan untuk meningkatkan pangsa pasar yang semula mempunyai pangsa pasar di dalam negeri saja, dengan adanya e-commerce maka pangsa pasar menjangkau luar negeri. Ke tujuh, menurunkan biaya operasi (operating cost), penggunaan teknologi internet memungkinkan untuk melakukan kegiatan perdagangan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dimana hal tersebut tidak berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan untuk biaya lembur untuk karyawan atau pegawai, karena segala sesuatunya dikerjakan oleh komputer yang tidak membutuhkan operator untuk menjalankan proses perdagangan, cukup hanya dengan penggunaan software tertentu maka segala aktivitas dalam transaksi perdagangan dapat dilakukan. Ke delapan, penghematan besar yang dimungkinkan melalui e-mail, penghematan ini terjadi karena berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali adanya penggunaan kertas dalam segala proses transaksi, dimana segala sesuatunya di dalam e-commerce menggunakan suatu data digital sehingga tidak membutuhkan kertas sebagi media, yang pada akhirnya memberikan penghematan besar terhadap pengeluaran dalam proses transaksi.

Optimalisasi E-Commerce Untuk Pemasaran Produk UMKM

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembentukan e-commerce sebagai media aplikasi untuk UMKM. Diantaranya adalah masalah kecakapan dalam kontrak e-commerce. Beberapa situs mempersyaratkan customer untuk melakukan transaksi haruslah telah berumur minimal 18 tahun. Syarat ini dapat ditemukan pada saat customer mengisi form pendaftaran yang berisi mengenai data diri dari customer, dimana terdapat suatu kolom yang berisi mengenai tanggal lahir, serta adanya suatu box yang harus di check (√) yang menyatakan bahwa si customer telah berusia 18 tahun. Sehingga kecakapan customer dapat terlihat pada saat ia melakukan pengisian form.

Kedua adalah adanya suatu benda yang dijadikan obyek dalam suatu perjanjian, jika dihubungkan dengan apa yang ada dalam e-commerce yang menyediakan berbagai macam benda atau produk yang ditawarkan dan costomer bebas memilih terhadap salah satu atau beberapa jenis benda atau produk yang dinginkannya, berdasar hasil penelitian ditemukan bahwa setelah customer melakukan pemilihan produk, diakhir proses transaksi merchant akan menampilkan informasi mengenai barang beserta harganya atas apa yang dipilih apakah benar atau tidak. Sehingga apa yang dipilih customer menjadi obyek dalam perjanjian tersebut. Sedangkan beberapa permasalahan hukum dasar yang perlu diketahui dan diperjelas dalam penggunaan e-Commerce adalah Keaslian Data, Keabsahan (validity), Kerahasiaan (confidentiality/privacy), Keberadaan barang (availability), Pembuktian kecakapan para pihak, dan Yurisdiksi.

Berbagai bentuk dan ragam e-commerce di atas dapat dimaksimalkan untuk pengembangan skala pasar bagi produk UMKM khususnya pada produk kreatif yang memang lebih diminati oleh pasaran asing/ luar negeri. Optimasi e-commerce sebagai bentuk strategi pemasaran sekaligus meminimalisir biaya promosi hendaknya lebih dikenalkan kepada para usahawan dan dioptimalkan fungsi dengan segala sarana dan prasarana teknologi informasi yang ada dengan harapan bahwa globalisasi ekonomi yang ada sekarang dapat digunakan sebagai momentum untuk pengembangan ekonomi Indonesia.

Oleh:

M. Agus Khoirul Wafa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: